
Kemajuan teknologi komunikasi sangat membantu kehidupan manusia. Berkat teknologi semua hal serasa menjadi lebih dekat dan lebihcepat. Sisi positif dari kemajuan teknologi ini sudah banyak diulas dan juga sudah kita rasakan. Disisi lain, kemajuan teknologi ini telah melahirkan “generasi multitasking”. Siapa itu generasi multitasking? Mereka adalah generasi yang terbiasa ngobrol dengan sesamanya sembari tetap memainkan iPhone,
iPad, BB dan perangkat pintar berteknologi tinggi lainnya. Mungkin sebagian dari mereka berpikir itu lebih efisien, karena dalam satu waktu melakukan banyak hal sekaligus. Padahal,
berbagai riset menunjukkan bahwa multitasking ternyata lebih banyak kerugiannya daripada keuntungannya –silakan baca selengkapnya dibuku ke-4 saya DNA SuksesMulia, terbitan
Gramedia.
Apa saja kerugian multitasking? Berikut ini adalah beberapa contoh kerugian multitasking berdasarkan pengalaman yang saya alami.
Pertama, saya menjadi pelupa Banyak hal yang saya diskusikan dengan istri dan anak saya sembari saya bermain iPad dan BB. Hasilnya? Saya lupa apa yang sudah dibicarakan, dan lebih parah lagi saya lupa ada kesepakatan dalam
pembicaraan itu yang harus saya lakukan.
Kedua, mengurangi kehangatan. Saat sedang bersama keluarga fisik saya ada bersama mereka
tetapi pikiran melayang memikirkan status di time line twitter. Kebersamaan terkadang hanya menjadi basa-basi.
Pernah suatu ketika, satu tangan saya memeluk anak dan tangan yang satunya lagi memainkan
BB. Akhirnya, anak saya tahu diri, ia
meninggalkan saya demi menghormati bapaknya bermain BB. Tidak hanya itu, bangun tidurpun
saya langsung melihat BB bukan mencium dan
melihat anak di kamar tidur mereka. Ada kerugian-kerugian lain yang saya rasakan saat saya sudah mulai kecanduan menggunakan
iPad dan BB. Namun 2 hal itulah yang paling merugikan hidup saya.
Akan tetapi tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri. Kini saya letakkan iPad dan BB saat saya sedang berbicara dan berdiskusi
dengan siapapun, apalagi dengan keluarga sendiri.
Kecanduan memberikan kasih sayang kepada anak dan istri jauh lebih baik dibandingkan Anda kecanduan terhadap teknologi terbaik sekalipun.
Manusia lebih pantas dihargai daripada benda mati itu.
Sekarang coba tanyakan kepada orang-orang disekitar Anda, apakah mereka merasa diabaikan
atau dirugikan setelah hadirnya teknologi baru dalam kehidupan Anda?
Salam SuksesMulia!
www.jamilazzaini.com/generasi-multitasking
Label:
Harian,
Inspirasi
Generasi Multitasking
Afifur Rohman
Jumat, 03 Februari 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Sedikit Kutipan
Selamat Datang di Blog Pribadi Afifur Rohman
Saya sampaikan banyak terima kasih kepada anda yang berkenan mengunjungi blog saya ini, Blog ini bisa sebagai sarana sharing anda semua bersama saya M. Afifur Rohman atau biasa di panggil Afif.
Baca Selengkapnya >>



0 komentar:
Posting Komentar